Hari Perhitungan

KEAGUNGAN TUHAN

Mimpiku Rahsia Laduni

Perjalan Mimpih Ibunda White Pigeon

Laisalaha mindunillahi kasyifah

Bagikan Post Ini :

Disaat manusia ditimpa penyakit misteri Covid19, angin sekeliling juga aku merasa begitu aneh. Aku jatuh sakit dan setelah tiga minggu demam tidak kebah, aku mendapat jangkitan yang merbahaya.

Mungkin kerana imuniti badan ku sangat sangat lemah ketika covid19 sedang melanda bumi, penyakit yang seakan Covid menyerangku dulu.
Allah kasihani ku. Kehilangan ku selama beberapa bulan dari pejabat (office work) tidak di rasai oleh sesiapa.
Saban hari sakit menjadi luar biasa, jasad ku seperti tidak mampu menanggung derita. Mungkin faktor usia, sakit bisa merumitkan tubuh.
Hari-hari hidup ku selalu memikir dekatnya kematian. Jika ini tidak diubati bisa saja aku meninggal dunia.

Sejak merasai dekatnya hari kematian, tidur orang sakit pasti berbeda dengan tidur orang sihat.
Suatu malam di waktu aku kegeringan, aku melihat jasadku berzikir nafas dengan “Laisalaha mundunillahi kasyifah”. Ku amati zikir ini ketika ruh kembali ke jasad, NAFAS ku berzikir dengan sendiri…sedang aku tidak pernah membaca ayat ini.

Hairan tentang keajaiban ini Ya Allah.
Aku mempelajari sesuatu yang baru di sini.
Jasadku mengikuti NAFAS ku saat tidur (nafas tidur yang panjang) dan telinga mendengar NAFAS berzikir mengikuti alunan nafas masuk dan keluar. Subhanallah.
Perlahan-lahan aku sambung ia dan terus berzikir supaya aku tidak terlupa ayat tersebut andai aku tertidur lagi..

Inilah Kebesaran Allah.
Airmata mengalir membasahi pipi sambil aku menyambung tidur. Sayu…kerana kerana Nafas mengingini aku hidup lagi, mereka mengubati ku sedangkan jasad sudah tidak tertanggung lagi.
Ilmu pengubatan dari Allah untuk ku. Sedang Aku tidak pernah membaca ayat ini. Malah tidak tahu jika ayat ini diguna untuk pengubatan diri.
Aku melihat bukan Ruh yang mengubati ku tetapi Nafas ku.
Sungguh aku merasai kasih sayang Allah yang tidak putus-putus buat ku. Masih Dia mengajar ku walau saat sakit menderita.

‘Laisa laha min dunillahi kasyifah’ – tiada bagi-Nya selain Allah yang menyembuhkan.

Indahnya zikir ini, mungkin kalian sudah mengetahuinya sebelum aku.
Namun menyaksi sendiri memberi suatu hidayah tentang kebesaran Allah, sedang aku tidur, Nafas tidak tidur dan hidup berdiri sendiri.
Inilah Sains Allah.
Sehingga kini, saat mengambil ubat di waktu pagi, aku mulai ia dengan bismillah dan zikir laisalaha. Tidak jemu berzikir insya Allah semoga Allah merahmati ku.

Subscribe For Latest Posts