Salawat para malaikat adalah mimpi yang indah di bulan Jun 2013, aku melihat diri ini bersama beberapa wanita cantik yang lain.
Kami semuanya memakai gaun panjang berwarna putih, seakan GAUN PUTIH pengantin. Kainnya sehingga meleret mencecahi tanah. Aku menyinting gaun tersebut ketika menuruni tangga. Kami berjalan beriringan sambil tangan memaut antara satu sama lain seakan seperti tangan cekak di pinggang dan tangan sahabat memaut dan juga di simpan di pinggang.
Rambut kami di dandan cantik.
Semua wanita itu berwajah lembut dan berkarisma.
Sambil menuruni tangga putih, sempat aku melihat langit putih di atas, mungkin seperti awan putih.
Kami semua berselawat, ‘allahumma salli alaik’ berulang kali sambil berjalan menuruni tangga putih.
Terasa tempat itu seperti kawasan putih atau langitnya putih atau pakaian kami berwarna putih atau mungkin tangga itu putih. Namun terasa sekelilingnya putih. Aku terjaga dari tidur di subuh hari.
Anehnya selawat ini tidak pernah aku ucap atau amal di dalam zikir.
Maksudnya ‘semoga kedamaian menyertai anda’. Masya Allah.

Ada yang mengatakan ia adalah salawat malaikat di setiap lapisan langit. Para malaikat mengucap salam dan salawat ke atas para nabi.
Zikir baru ini akan aku amalkan , semoga sejahtera para bidadari yang abid.
Aku pasti saat ini aku lagi sedang menjalani Jalan yang luar biasa. Walaupun wanita ini cantik, tetapi mereka di tutupi oleh luaran yang sangat sederhana, seperti manusia biasa.
Allah berfirman, “para sahabatKu tersembunyi di bawah kubah-Ku, tiada yang mengenali mereka kecuali Aku”.
Para Arifbillah mendapat penghormatan yang tinggi, dipanggil insan sejati, menjadi kekasih Allah, sahabat-Nya yang akrab dan ‘pengantin’-Nya. Para pemegang makrifat adalah pengantin Allah yang Maha Tinggi.
Namun hakikatnya hanya Tuhan yang tahu, aku hanyalah hamba Allah yang mendapat pencerahan melalui alam melihat malaeka (bidadari) yang berselawat.