Tahun 2022 membuka lembaran baru dalam hidupku.
Setelah bermimpi bertemu malaikat bersayap putih di bulan Januari 2022 , hanya sebulan selepas itu, siapa sangka jika Allah menemukan ku dengan seorang sosok sufi yang berilmu dari Indonesia.
Sosok sufi ini memiliki keilmuan ruhani yang peka, maksud ku penglihatan akal fikirnya tajam dan dia memiliki mimpi-mimpi sedari kecil.
Beliau menghafaz ribuan hadis dan usianya aduh…masih muda.
Ilmu yang dirindui…
Dulu aku telah diajar, dibimbing oleh Guru tanpa sebarang kitab rujukan. Guru ku membaca kitab dari dalam DIRI nya!
Selama berbelas tahun aku berguru, tidak pernah aku melihat ada kitab di tangannya Guru.
Guru telah pergi, meninggalkan khazanah ilmu yang tiada ternilai se-isi alam….ia ada didada ku. Namun aku mengambil masa yang panjang untuk memahami ilmunya.
Mungkin sudah sampai masanya untuk ku berjalan lagi mencari Allah.
Melihatkan sosok sufi muda ini keasyikan dengan perjuangannya mencari Sang Mahdi, Allah telah menghantar aku kepadanya? untuk mengaji?
Ya Allah…bantu ku fahami petunjuk Mu ini. Dia belum kenal ku, tapi aku sudah mengenalinya. Aduh kok bisa?. Walau penglihatan si Sufi ini masih belum menembusi, namun ku bisa melihat sesuatu yang besar akan mendatangi di usianya menghampiri 40 tahun. Sabar lah dengan semua yang berlaku dengan mu wahai sang sufi, kerana hati mu itu belum sepenuhnya dibuka, dan sehingga saat itu tiba….. aku akan menunggu mu.
Semoga Allah mengangkat beliau menjadi pejuang murni Sang Pembela cendikiawan yang cerdas.
Aku mendapat tunjuk ajar melalui kuliah-kuliah nya di media social. Dalam DIAM aku mengaji ILMU.
Ini tentang pengajian Asmaul Husna. Aku tertarik, selain Basmallah aku belum memiliki nama-nama Allah yang lain.
Selepas Isyak, aku mula berzikir. Ketika asyik dengan asmaul husna ini aku mendapat petunjuk mimpi tentang suatu ilmu.
Aku melihat jasad manusia yang kering seperti JERAMI. Begitu banyak jerami-jerami halus membentuk struktur jasad itu. Kulit ‘transparent’ itu memperlihatkan urat-urat darah didalam jasad itu seperti jerami kering. Begitukah RUPA didalam tubuh manusia? Aneh.
Lagi aneh, ketika sedang memandang jasad kering itu, tiba-tiba datangnya suatu CAHAYA besar seperti KILAT menyambar berpusing-pusing dan melingkari jasad yang terbaring itu. Kemudian jasad itu HIDUP dan kulitnya sudah menutupi isi jerami itu. Dia ku lihat manusia berkulit gelap, sawo matang.
Siapakah ini Ya Rabb?
Dengan ilmu apakah Kau menghidupkan nya?
Bagaimana dengan ku? Apakah akan Kau hidupkan ku dengan cahaya seperti itu juga? Benarkah Allah sedang mengajar ku tentang JERAMI? Itukah ISI-nya tanah?
Ini kah Nabi Adam atau aku sedang melihat Ruhul Qudus?Aku berbicara dengan Sang Jerami, tanya ku jika dia datang untuk MENIKAHI ku. Katanya, ‘bukan aku, aku datang untuk MENEMANI mu’.
Bantu ku fahami tentang wujud ku ya Allah. Semoga aku akan di bantu terus dalam perjalanan ini…amin.
Allah tidak melihat HASIL (result) dari pengajian tetapi Dia melihat PROSES pengajian.
Mimpi juga adalah hasil dari pengajian tetapi bagaimana mimpi itu menerangi hidupmu dan menjadikan hati mu bersih dan terbuka?
Kamu masih terhijab dengan ilmu baca!
Sebanyak mana kamu meyakini mimpi mu sehingga bisa menjadi seorang yang ‘trustworthy’ disisi Allah?
Servant of God is the trustworthy person of God.
Ulama Islam pandai berbicara jika mereka berilmu ingin di kenali manusia!
Mereka kosong tiada kuasa menyelamat! Mana kuasanya??
Kuasa menyelamat itu bisa di lihat dan di rasai wahai pembaca!
Seorang wali allah tidak memerlukan orang mempercayai kebenarannya. Dia tidak merasa bimbang dan sedih. Dia tahu jika dia memiliki kuasa menyelamat manusia dari kegelapan dan kejahilan. Dia tahu hakikat itu, dan dia bisa pergi tinggalkan kamu jika dia mahu…Namun itu lah namanya perjuangannya…yang akan mengangkat darjat seseorang disisi Allah dan Kerajaan-Nya.
‘Sesungguhnya orang-orang yang terhijab, yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan, dari kalangan ahli penyaksian (syuhūd) dengan mengingkari dan menghina mereka, kemudian mereka tidak bertaubat, tak pernah beranjak dari hijab dan tak pernah sadar, maka bagi mereka neraka Jahannam’. – al buruj, 10
Nah kenapa ku menulis ayat-ayat peringatan ini didalam risalah mimpiku?
Kerana para makrifah adalah para shahidin wa masyhudin iaitu orang- orang yang shuhud, menyaksi dan memiliki penyaksian. Mereka adalah orang-orang yang tidak dikenali di dunia namun mereka adalah orang-orang dikenali di langit!
Tidak takut kah kamu kepada Allah yang ghaib?
Maka hati-hati dengan kalam dan perbuatan mu terhadap para syahidin yang menyaksi Allah.
Jika seribu ulama di negeri mu bersepakat mengeluarkan FATWA sesat yang menghukum seorang wali Allah, apakah Allah akan memilih seorang wali untuk masuk ke Syurga-Nya atau menyelamatkan seribu ulama?
Ingatlah fatwa mu tidak mengurangkan sedikit pun cinta Allah kepada wali-Nya. Bahkan seribu ulama itu akan tersungkur wajah di pintu Syurga jika mereka tiada bertaubat.
Jangan bermegah dengan fatwa yang kamu cipta. Takutlah kepada Allah jika kamu sedang mengambil tugas Allah menghakimi agama dan keyakinan manusia.
Kan tempat kamu tidak sama dengan tempat orang- orang jahil?
Kamu itu orang berilmu tetapi perbuatan mu jika terlahir dari sari pati api yang bergejolak dalam kalbu pasti tempat mu neraka yang paling dalam.
Ku khabarkan kepada mu wahai orang Islam supaya kamu berjuang dengan kasih sayang dan rasa kemanusiaan.
Jalan Al mahdi adalah jalan kemanusiaan (humanity) dan syahidin itu mereka yang beriman menyaksi akan Allah dan Rasul.
Dulu, penyaksian nabi-nabi itu melalui mimpi dan mikraj, apakah itu sudah berubah disisi Allah?
Bukankah Allah SAMA dulu dan sekarang? Yang benar itu yang dulu dan sekarang SAMA saja jalan nya.
Bukankah para Hawariyun akhir zaman adalah mereka penyaksi-penyaksi kebenaran yang haq? Mereka dulu dan sekarang, mereka yang sama. Bukankah mereka akan diburu dan di tangkap? Bukan begitu sejarah dulu, berulang lagi dan lagi.
Tidak penatkah kamu selalu menyebelahi yang palsu? Tidak pernah belajarkah dari kitab-kitab mu?
Para pejuang kebenaran ini ada bertebaran di bumi Allah dan aku telah menyaksi kewujudan mereka. Satu pergi dan satu akan muncul dibumi, begitulah seterusnya masa akan berjalan seiring dengan perancangan Allah kerana Allah TIDAK AKAN LUPA menyelamatkan manusia dari Iblis dan kerajaannya.
‘Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar’.- Ali Imran 142
Aku terima takdir ini dengan hati terbuka. Apa pun yang Allah ingin ku sampaikan tidak akan ku sembunyi di sini.
Semoga Allah selamatkan ku dari kejahatan manusia yang terbisik di dalam hati mereka rasa was-was.
Aku cuma menyampaikan sebuah cerita perjalanan sang hamba yang panjang, mencari Diri mencari Allah.
Apakah telah ADA seorang periwayat ilmu Ilham dan petunjuk dari bangsa Melayu yang di tulis dari usia muda sehingga menua, yang telah kamu dengar di zaman ini?
Jika tidak, izinkan hati mu lebih terbuka untuk mendengar ilmu yang luar biasa.