Di saat covid pandemic melanda dunia, Post-recovery ku dari tahun 2020 agak mencabar. Ketika ini Tuhan sedang mengajar ku mengenal diri fizik ciptaanNya. Tiga (3) bulan diri ku MATI dan KOSONG, namun masa terasa sungguh panjang!!
Sebelum berlakunya peristiwa ini, di akhir tahun 2020, aku di takdir untuk bertemu dengan sosok Rihul Ahmar. Selang dua bulan, di bulan Januari 2021 aku jatuh sakit sekali lagi..
Bukan sakit kerana penyakit, tapi ini sakit mematikan fizik ku setelah baik dari jangkitan penyakit tahun lepas.
Kerna tidak berhati-hati, Rihul Ahmar bisa saja merosakkan mental dan akal.
Bukan angin sahaja yang datang menyerangku namun ia bisa menggapai otak dan memori ku hilang. Sakit yang ganjil sekali, seluruh sistem tubuh ku menjadi lemah. Kudrat ku di bawa pergi..
Nah, apakah mampu manusia tidak tidur siang dan malam selama tiga bulan berturut-turut?
Itu lah yang terjadi.. hakikatnya aku bukan malaikat yang hidup tiada mengantuk, aku tidak tidur tiga bulan! Siang berjaga malam juga berjaga..
Kerana aku tahu siapa Rihul Ahmar yang ku temui, nyah-lah kau keluar dari jasadku. Salam perkenalan Rihul Ahmar! Dan aku akan tantang mu dari menguasai jasad ini.
Selama TIGA bulan aku mengira nafasku sendiri. Nafas manusia bisa di hitung! Sebegitu banyak Allah dalam sebutan nafas ku setiap malam.
Allah ingin aku merasai ‘Kosong’.
Spirit dan Jiwa ku telah pergi, keluar dari Jasad ini.
Jasad ku hilang Hikmah dan Kebijaksanaan.
Ya Rabb, andai diri ku tidak sembuh, nescaya Iblis bisa mengambil jasadku yang kosong tiada ‘berisi’ ini.
Saat kegelapan sedang menghampiri ku…
Allah Maha Pengasih lagi Penyayang. Dia memberiku Jalan. Dia memberi ku Ilham.
“maka siapakah (selain Allah) yang dapat mendatangkan kepada kamu idea (air) yang sentiasa terpancar mengalir?” – Al Mulk.
Dia mengajar bagaimana MEMAHAMI sains kejadian jasad. Jasad seumpama bintang dan ketika bintang kesuraman malap, kerlipan cahaya semakin mengecil.
Nah, dimana tenaga cahaya itu pergi?
Ketika itu Allah mengalirkan idea untuk aku mencari sumber zat minerals dan amino acid untuk menguatkan ‘central nervous sytem’ (saraf central) yang menjadi tulang belakang kepada saraf otak dan jantung. Jika tenaga mu sedang malap sistem jasad mu akan menjadi TERBALIK!
Aku sembuh bulan keempat!
Spirit yang hilang itu telah Kembali!
Saat aku hampir putus harapan untuk menjadi normal (mentally), saat itu Allah menghidupkan ku kembali dari jasad yang kosong dan mati.
Aku telah melihat kehebatan Allah, bagaimana Dia memaksa jasad menjadi seperti MALAIKAT, hilang shahwat, tiada tidur, tiada makan dan tiada emosi. Pelajaran yang bernilai se-isi dunia, tidak bisa di ulang lagi hanya sekali seumur hidup.
Dia mengembalikan sisi manusiawi ku di bulan ke empat! Bukan itu saja, Allah mengurniakan ku energi kudrat dari-Nya, mengajar ku hidup agar seiring kehendak Iradat-Nya.
Justeru aku menulis buku ini dengan Energi ini, energi baru yang di beri sebagai GANTIAN IHSAN Allah buat ku..
Jika aku tidak sembuh nescaya buku ini tidak akan terlahir.
Ketika sakit, Allah telah mengangkat seluruh kudratku, pakaian amal ku, bijak ku, kalamku, akal fikir ku dan kecantikan ku. Tiada apa yang tinggal hanyalah Jasad yang KOSONG!
Aku solat tetapi kunci amalan ku hilang.
Kamu adalah ‘Personaliti’ mu. Jika ia hilang, maka hilang lah ‘diri’ kamu dari dunia.
Surah-surah AlQuran ku hafaz hilang bersama spirit jiwa ku. Mereka pergi meninggalkan jasad yang kosong. Masyaallah.
Agar ku tahu jika sesungguhnya yang ‘memiliki kebijaksanaan’ itu adalah Sang Jiwa , bukan Sang Jasad dan bukan Sang Minda.
Ujian sakit mu harus sementara wahai manusia!. Jangan kamu biarkan kegelapan mendatangi Jasadmu ketika Jiwa mu tiada.
Kegelapan itu bisa mengawal minda dan menukar personaliti mu.
Setelah melepasi Ujian Allah ini, ku lihat akan kekuatan Jiwa datang berganda-ganda. Masyaallah. Hebatnya Allah mengatur segala kehidupan dan kematian ku.
Ayat-ayat Al Quran yang hilang kembali muncul di ingatan. Mereka hidup kembali!
Aku mendengar diri ku membaca ayat-ayat Al Quran saat ku tidur..mereka tidak tidur…pabila terjaga ku sambung ayat-ayat itu.
Begitulah hari-hari ku …selagi ayat-ayat itu hidup, maka hiduplah jiwa ku demi Allah yang menjaga.
Setiap solat Subuh ku alunkan Ar Rahman dengan penuh syahdu, berdiri kokoh di hadapan Allah penuh syukur dengan nikmat yang di beri. Nah, merasai ‘miracle of the verse’, adalah suatu nikmat syurga, walau ia cuma sekejap namun terasa syurga di dalam jiwa.
Di dalam mimpi, aku bertemu dengan dua pemuda yang kacak berkulit sawo matang kiri kanan ku. Mereka kelihatan sama tinggi, sebaya dan sama saiz.
Ketika bermimpi, aku melihat nikmat syurga dari ayat ini , ‘Hurum maghsuratum fil khiyam, lam yathmithhunna insun qablahum wa jaan’’.
Kedua pemuda kiri kananku ini tiada cemburu antara mereka berdua, sama-sama mengikuti ku kemana saja ku pergi. Tiada cemburu? Indahnya syurga.
Mereka adalah ciptaan Allah yang baru.
Ku fikir ayat ini ayat bidadari buat lelaki beriman namun ayat ini menghidupkan dua jejaka indah buat wanita solehah.
Allah Maha Agung! Kamu menuntut ilmu dan ayat-ayat untuk kelebihan dunia dan kehormatan diri?
Malaikat sedang menghitung nafas mu tapi kamu sedang menghitung pujian manusia!
Peringatan Allah tentang Hari Perhitungan bukan hanya cuma khabaran.
Jangan kamu leka!
Ingat teman, setelah jasad mu mati tiada lagi pertemuan dengan Allah.
Kamu kira mereka MATI kamu akan bertemu jawapan? Sia-sia demi masa yang terbuang di dunia.
Masakan bisa bertemu di langit jika di bumi tiada pernah bertemu?
Tanyalah leluhur mu!
Lihat LELUHUR yang ada di belakang mu.
Tanyalah, jika mereka sudah bertemu Rasulullah yang memegang buku amalan mereka? Apakah amalan mereka sudah di hitung?
Pesanku, bersungguh lah kamu mencari jati diri mu untuk mengenal Allah sebelum mati mu.
Inilah keagungan Allah mengajarku erti Ruh Nurani yang hidup tiada mati.
Diriku adalah wujud ruh ku yang telah ada sebelum adanya aku.
Sang ‘dia’ di beri kesempatan untuk bertemu dengan kekasih-kekasih hati, para Rasul di alam mimpi dan itu bukan Sang ‘aku’.
Sang dia mencintai semua rasulullah dan tiada beda di antara mereka disisi Allah. Jika Allah meminta dia memilih salah seorang Rasul, pasti dia akan termenung!
Dia mencintai mereka yang mencintai Allah dan mereka mencintainya kerana dia mencintai Allah.
Sungguh aku bukan lagi jasad ini yang bernama si fulan dan si fulan, kerana nama ini bukan milik ku yang wujud.
Bukankah Allah bisa menghidupkan dan mematikan, Allah bisa menghidupkan wajah seperti kamu pada umat yang baru?
Ya Rabb, andai Engkau mengingini Sang dia hidup, jadikan Sang dia wanita yang sentiasa berada di belakang Rasul mu walau di mana tanah Jasad berpijak.
Jangan Kau biar Jasad leka di dunia terlalu lama. Hidupkan mimpi-mimpi sebagai peringatan buat jasad ini.
Rabbi, ciptalah diri ku dengan Bismillah dan matikan ku dengan Bismillah. Sungguh pertemuan dengan Allah itu tidak mustahil.
Sang Isa Ruhullah bakal mengunjungi bumi, apakah engkau sudah bersedia menunggu Nya?
Aku melihat Dia membawa panji ‘Bismillahirrahmanirrahim’ (mahkamah Allah) turun ke Dunia, merahmati mu dengan belas kasih Tuhan Di hari Pembalasan.
Dia TIDAK mengajar mu untuk berperang. Dia adalah lambang ‘kemanusiaan sejati (humanity) dan penuh kasih sayang (mercy and love)’.
Kenali Dia wahai sang jiwa!
Kedatangan-Nya untuk sebuah ‘reckoning’ dan pengesahan akan amalan mu yang sudah kau bina.
Apakah amalan mu bisa mengenal Allah dan Rasul atau menyebab kau tersungkur di pintu syurga?
Cari lah ilmu mu sendiri asal usaha mu berjaya.
Masa mu semakin mendekat.
Allah melenyapkan kita hanya dengan sekelip mata. Virus Covid19 tidak akan mengenal amalan mu cukup atau tidak.
Andai perhitungan tidak kau segerakan di bumi, mati mu hanya menunggu waktu yang panjang. Virus melenyapkan ramai manusia lebih awal dari yang kau jangka. Ia hidup di dalam ANGIN. Itu senjata Setan, mereka berada di dalam angin.
Virus ini datang dan pergi dengan pantas sekali.
Begitu aku merasa hari-hari akhir ku semakin mendekat….