Hari Perhitungan

KEAGUNGAN TUHAN

Mimpiku Rahsia Laduni

Perjalan Mimpih Ibunda White Pigeon

Guru ku Wali Allah

Bagikan Post Ini :

Siapa Guru ku?
Selama 20 tahun berguru, aku belum benar-benar mengenal guru ku. Lalu Allah menghantar ku mengaji kitab-kitab futuh ul ghaib yang ditulis tokoh-tokoh sufi terkenal dunia, di baca oleh Sang Sufi Indonesia itu benar-benar telah membuka akal fikirku.

Sang Sufi itu telah menyingkap Ilmu kewalian dari kitab-kitab; Imam Ghazali, Ibn Arabi, Athoillah, dll yang aku tidak ambil pusing dengan nama-nama mereka apalagi mengikuti, namun setelah mengaji beberapa bulan, aku begitu tekun menyerapi semua energi dari ilmu itu sehingga lupa untuk makan berhari-hari. Asyik mengkaji pemikiran manusia tentang kewujudan Allah dan apa yang mereka lihat!

Kamu adalah murid yang belajar kitab lalu beramal dulu sehingga di jemput menerima seruan-Nya, sedangkan aku di seru dulu oleh perintah-Nya, kemudian baru dihantar mengaji kitab.
Kan beda aku dan kamu.!
Ku tahu Guru bisa membaca hati manusia, dia membaca mimpi tanpa perlu dibuka mimpi kepadanya. Aku melihat bagaimana Sang Guru membuka apa yang ada di dada mereka lalu membaca satu persatu.

Dia sedang membogelkan ilmu kamu. .
Guru ku tahu hal-hal penciptaan ruh di gunung Qaf, dia mengetahui tentang sumber asal ilmu kamu.
Dia akan membuka petunjuk seseorang yang hadir di majlis ceramahnya terlebih dulu sebelum berbicara.

Tidak pernah kami melihat guru memegang sebuah kitab apatah lagi membaca ayat-ayat dari kitab-kitab. Semua kata-katanya adalah perkara GHAIB.

Selain nabi Isa dan nabi Muhammad, ada sesiapakah lagi yang bisa mengetahui tentang hidayah mu yang mungkin 10 tahun dulu kamu terima?
Itu hidayah yang di beri Allah, jika bukan wali Allah yang tahu lalu siapa kah dia?
Masakan ada sesiapa yang bisa menerawang masuk ke dalam mimpi mu dengan telus?

“Dan kami jadikan dari kalangan mereka beberapa pemimpin (imam), yang membimbing kaum masing-masing kepada kebenaran, selama mereka bersabar dalam tugas itu serta yakin akan ayat-ayat kami. Sesungguhnya Tuhanmu sajalah tempat memutuskan hukumNya diantara mereka pada hari Kiamat, mengenai apa yang mereka berselisihan” – As Sajadah

Apakah kamu fikir mimpi ku bertemu rasulullah kerana amalan ku?

Kerana Sang Guru yang memiliki Nur kedekatan Ilahi telah membuka jalan untuk aku sampai kepada mereka bukan kerana amalan ku yang tidak seberapa itu. Tetapi kerana ketaatan mengaji dan memghormati Guru TANPA mengetahui siapa dia disisi Allah terlebih dulu.
Guru ku seorang Arifbillah.
Bukankah nama murid-murid itu telah tertulis di lauhul mahfuz, lalu di bawa mengadap Sang Wali untuk di bimbing?
Percayalah, jika takdir mu tidak tertulis untuk bertemu dengan wali Allah tiadalah jalan untuk mu sampai kepada nya.

‘Mereka itu orang-orang yang menjual beli kesesatan dengan petunjuk’. – al Baqarah:15

Mereka ingin dikenali, dihormati, dipandang, disayangi, diangkat menjadi ulama. Berakhir dengan di sanjungi segenap lapisan masyarakat. Semakin disanjungi, semakin susah untuk dinasihati.

Jika kamu dari Allah, sesiapa pun bisa menggapai dan mendekati mu. Kamu melayani semua tetamu yang datang tanpa prejudis.

Malaikat Allah itu ada di mana-mana, mereka menjadi manusia untuk sampai kepada manusia. Ingat! Kamu bukan suci, ilmu mu tiada dibimbing dan kamu layak menerima teguran oleh para malaikat.

Kamu cuma didalam lingkungan bersama mereka yang mengangkat dan menyokong mu?
Kamu lupa akan sumber Rahmat itu?
Apakah Allah akan menghantar utusan-Nya seseorang yang ‘terlihat alim’ untuk mengUJI mu? Apakah ujian Allah itu begitu mudah untuk kamu LULUS?

Hati yang bersih penglihatannya tajam, seperti pedang yang menghunus jauh kedalam sanubari, melihat yang tersirat.

Aku tidak datang untuk mengajar mu, tapi aku ingin khabarkan bahwa zaman ini sudah bermulanya zaman kegemilangan Isa Ruhullah dan masa itu sedang mendatangi mu… wahai umat Muhammad. Zaman Nabi mu sudah berakhir.

Apakah kamu tidak memerhati? Syariat Islam mu sudah tiada memiliki Ruh, didalam jiwa mu Tiada Rasa tentang Ghaib.

Hanya Islam yang memiliki Ruh Suci akan mendapat KEMENANGAN. Mereka tidak dikuasai oleh cahaya gelap.
“Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka-lah yang beriman kepadanya.- Al Baqarah.
Hati yang bersih mampu menurunkan firman Allah dari tempat tinggi dan mendapat manfaat darinya.

‘Perumpaan mereka yang munafik itu seperti orang yang menyalakan api lalu api menerangi sekelilingnya tapi Allah akan padamkan cahaya itu lalu tinggalkan mereka dalam kegelapan tidak lah mereka dapat melihat. ’ – Al Baqarah:16

Begitulah perumpaan Allah jadikan kepada kamu yang takut mendengar kebenaran yang ku sampaikan ini, lalu mencari cahaya mu sendiri, kamu rasa cahaya mu lebih baik tapi Allah akan padam kan cahaya itu.
Tapi percayalah sesungguhnya Allah tidak pernah melupai mu dan tidak membenci mu.

Tunggulah Pertemuan itu!
‘If we had so willed, we could have brought every soul its true guidance, but the word from ME will come true, I will fill Hell with Jinns and Men all together.’ – as sajadah
Kehilangan wali Allah itu, umpama kehilangan sumber matahari yang menumbuhkan makanan ruhani mu di tanah kamu berpijak.
Renungi kata-kata ku!

Subscribe For Latest Posts